Apa Kabar IPNU IPPNU oleh M. Kholis Ibrahim Khaq
Table of Contents
Perubahan zaman berjalan begitu cepat. Arus globalisasi, kemajuan teknologi, serta derasnya informasi menjadi tantangan besar bagi generasi muda. Dalam situasi ini, peran organisasi pelajar seperti IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) sangat penting sebagai benteng moral, wadah pengembangan diri, dan pelopor gerakan intelektual pelajar Nahdliyyin.
IPNU IPPNU bukan hanya tempat berkumpulnya pelajar, tetapi juga ruang belajar kepemimpinan, literasi, serta pembentukan karakter yang berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah. Melalui organisasi ini, pelajar diajak untuk tidak hanya menjadi penerima arus informasi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, IPNU IPPNU menunjukkan kemajuan yang membanggakan. Di berbagai wilayah, kegiatan kaderisasi, pelatihan kepemimpinan, kajian keagamaan, serta aksi sosial semakin sering digelar. Hal ini membuktikan bahwa organisasi ini tetap hidup dan relevan di tengah dinamika zaman.
Namun, di balik keberhasilan tersebut, terdapat beberapa catatan penting. Pertama, tantangan regenerasi kader masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Tidak semua anggota mampu atau mau melanjutkan perjuangan organisasi ketika memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kedua, budaya literasi dan menulis semakin memudar. Banyak pelajar lebih terbiasa mengonsumsi konten singkat daripada membaca buku atau menulis gagasan. Ketiga, penguasaan teknologi digital di kalangan pelajar masih belum merata, padahal dunia digital menjadi arena utama pertarungan ide dan narasi hari ini.
Refleksi ini penting untuk dijadikan bahan evaluasi bersama, agar IPNU IPPNU dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
IPNU IPPNU di masa mendatang dihadapkan pada berbagai tantangan, diantaranya perubahan teknologi dan arrus informasi. Dunia digital berkembang pesat dan membawa pengaruh besar terhadap kehidupan pelajar. Media sosial bukan lagi sekadar tempat hiburan, melainkan ruang pembentukan opini publik. Tantangan IPNU IPPNU adalah bagaimana mengarahkan kader agar melek teknologi, mampu memproduksi konten positif, dan aktif berdakwah di ruang digital.
Tantangan yang kedua adalah krisis literasi dan budaya menulis. Kemampuan menulis bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi juga bentuk ekspresi intelektual. Krisis literasi menyebabkan pelajar sulit berpikir kritis dan produktif. Oleh karena itu, IPNU IPPNU perlu mendorong kembali budaya membaca dan menulis melalui kegiatan pelatihan, lomba karya tulis, serta penyediaan wadah publikasi karya pelajar.
Tantangan yang ketiga adalah penguatan identitas dan nilai lokal. Arus globalisasi membawa budaya asing yang tidak semuanya sejalan dengan nilai keislaman dan keindonesiaan. IPNU IPPNU memiliki tanggung jawab menjaga dan mewariskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah serta tradisi lokal yang luhur. Tantangannya adalah bagaimana kader mampu mempertahankan identitas sambil tetap terbuka terhadap perkembangan dunia.
Tantangan yang keempat adalah regenerasi dan kemandirian organisasi. Regenerasi yang lemah dapat membuat organisasi kehilangan arah. IPNU IPPNU harus memiliki sistem kaderisasi yang berjenjang, terbuka, dan adaptif. Selain itu, kemandirian organisasi juga menjadi kunci agar tidak hanya bergantung pada pihak luar dalam menjalankan program.
Menyikapi berbagai persoalan di IPNU IPPNU, agar IPNU IPPNU tetap relevan. Ada beberapa langkah strategis dapat dilakukan, diantaranya
menguatkan literasi dan budaya literasi, pemanfaatan teknologi digital, menguatkan nilai dan identitas Aswaja, menyusun kaderisasi dan kepemimpinan berjenjang.
IPNU IPPNU memiliki sejarah panjang dalam membentuk pelajar Nahdliyyin yang berakhlak, cerdas, dan berdaya saing. Refleksi terhadap kondisi saat ini harus menjadi dasar untuk melangkah ke masa depan dengan lebih kuat. Tantangan zaman memang besar, tetapi dengan budaya literasi yang kokoh, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, serta semangat berorganisasi yang tinggi, IPNU IPPNU akan terus menjadi pelopor perubahan positif.
Posting Komentar